Cereulide di Sufor Nestle: Ancaman Racun Tahan Panas
Nestle baru-baru ini menjadi sorotan publik setelah ditemukan kontaminasi cereulide, racun yang diproduksi oleh bakteri Bacillus raja mahjong cereus, pada produk susu formula (sufor). Temuan ini memicu kekhawatiran orang tua dan pemerintah, karena cereulide dikenal sebagai racun tahan panas yang sulit dihilangkan selama proses pengolahan makanan. Berikut ini adalah fakta-fakta penting tentang cereulide yang perlu diketahui.
Apa Itu Cereulide?
Cereulide merupakan racun sitotoksik server kamboja yang dihasilkan oleh beberapa strain Bacillus cereus. Bakteri ini sering ditemukan pada makanan yang disimpan pada suhu yang tidak tepat, seperti nasi, pasta, dan produk susu. Berbeda dengan bakteri biasa, cereulide bersifat stabil terhadap panas, sehingga proses pasteurisasi atau sterilisasi biasa tidak selalu mampu menghancurkannya. Akibatnya, makanan yang tampak aman pun bisa mengandung racun ini.
Selain itu, cereulide bersifat lipofilik, artinya ia mudah larut dalam lemak. Sifat ini membuatnya sulit dihilangkan melalui pemrosesan standar. Penelitian juga menunjukkan bahwa cereulide dapat menempel pada dinding sel dan permukaan peralatan, sehingga meningkatkan risiko kontaminasi silang.
Gejala Keracunan Cereulide
Keracunan cereulide biasanya muncul dalam waktu cepat, antara 1 hingga 5 jam setelah mengonsumsi makanan terkontaminasi. Gejala utama meliputi:
-
Mual dan muntah mendadak
-
Nyeri perut atau kram
-
Diare ringan hingga sedang
Meski sering sembuh dalam 24 jam pada kasus ringan, cereulide juga dapat memicu komplikasi serius, terutama pada bayi, anak kecil, atau individu dengan sistem imun lemah. Oleh sebab itu, keamanan produk bayi seperti sufor menjadi prioritas utama.
Mengapa Cereulide Sulit Dihilangkan
Salah satu alasan cereulide berbahaya adalah kemampuannya bertahan di suhu tinggi. Penelitian menunjukkan bahwa racun ini tetap stabil meskipun dipanaskan hingga 121°C selama beberapa menit. Selain itu, cereulide tidak mudah terurai oleh asam lambung, sehingga tetap aktif saat mencapai usus.
Faktor lain yang mempersulit pengendalian cereulide adalah produksi racun yang cepat oleh Bacillus cereus. Jika makanan atau susu formula disimpan terlalu lama, bahkan dalam suhu dingin, bakteri ini bisa menghasilkan jumlah racun cukup tinggi untuk menimbulkan risiko kesehatan.
Tindakan Nestle dan Regulasi Keamanan
Menanggapi kasus ini, Nestle melakukan penarikan produk tertentu dari pasar dan meningkatkan pengawasan kualitas pada setiap tahap produksi. Perusahaan juga berkomitmen untuk memperketat kontrol suhu dan waktu penyimpanan untuk mencegah pertumbuhan Bacillus cereus.
Di sisi regulasi, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia mengimbau konsumen untuk selalu memeriksa tanggal kedaluwarsa, menyimpan sufor sesuai petunjuk, dan tidak menggunakan produk yang sudah rusak atau mencurigakan. Langkah ini penting, mengingat cereulide tidak mudah terdeteksi oleh pengolahan biasa.
Kesimpulan
Cereulide merupakan racun tahan panas yang dapat membahayakan kesehatan, terutama bayi dan anak kecil. Meski proses pemanasan standar tidak selalu efektif, langkah pencegahan melalui penyimpanan dan kontrol kualitas produk tetap bisa meminimalkan risiko. Kasus Nestle menjadi pengingat penting bagi produsen dan konsumen untuk selalu waspada terhadap keamanan pangan, khususnya pada produk bayi.
Dengan memahami fakta-fakta cereulide, masyarakat bisa mengambil keputusan lebih bijak terkait konsumsi sufor dan menjaga kesehatan keluarga.
